Pelayanan Pramita Lab

Rabu, 03 April 2013
1. Laboratorium Klinik

a. Hematologi
Pemeriksaan hematologi digunakan untuk mengetahui sel-sel darah dan bagian-bagiannya termasuk fungsi fisiologisnya, antara lain sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan sebagainya. Pemeriksaan hematologi merupakan pemeriksaan rutin, digunakan untuk pemeriksaan screening awal maupun pemeriksaan lanjutan. Lebih dari 75 jenis pemeriksaan hematologi yang terbagi dalam Hematologi Rutin, Faal Hemostasis dan Hematologi Khusus telah mampu kami kerjakan dengan menggunakan instrumen berteknologi mutakhir flowcytometry dan Laser photo detector yang mampu menghitung dan mengidentifikasi sel-sel darah secara otomatis, berkecepatan tinggi, dan hasil analisis yang sangat akurat.
b. Kimia Klinik
Pemeriksaan kimia klinik digunakan untuk menganilasa zat-zat kimia organik yang terlarut dalam darah, pemeriksaan ini berfungsi untuk mengetahui :
 Fungsi Hati
 Profil Lemak/Cholesterol
 Fungsi Ginjal & Asam Urat
 Gula Darah
 Protein
 Parameter Jantung
 Elektrolit
 Drug Monitoring
Instrumen canggih dan berkapasitas besar, reagensia pilihan berkualitas tinggi, SDM profesional yang berdedikasi, dan sistem prosedur berstandar international, merupakan perpaduan yang ideal untuk menghasilkan mutu pemeriksaan yang baik. Sejak beberapa tahun yang lalu Laboratorium Klinik PRAMITA telah menggunakan instrumen terintegrasi berkecepatan 1200 tes perjam, didukung dengan sistem menejemen ISO 9001:2008, SNI ISO 15189:2009 , dan Teknologi Informasi mutakhir terbukti menghasilkan kinerja yang optimal dan mampu menekan tingkat human error hingga mendekati nol (human error free).
c. Immunologi
Sebagai bagian komunitas laboratorium klinik modern dunia, kami selalu update terhadap perkembangan global, baik dari segi teknologi maupun metode-metode pemeriksaan. Metode-metode terbaru, mulai dari ELISA, MEIA bahkan metode yang paling mutakhir chemiluminecent / elektrolumecent, telah kami terapkan utuk mencapai hasil analisis yang sempurna.
Parameter pemeriksaan immunologi / marker meliputi:
 Petanda Virus Hepatitis TORCH dan Sexual Transmition Desease (STD)  Penyakit Infeksi Protein Spesifik Rheumatik Petanda Tumor Endokrin/Hormon Fertilitas Alergi
d. Klinik Rutin
Pemeriksaan klinik rutin digunakan sebagai screening awal untuk membantu menegakkan diagnosa sebelum pemeriksaan spesifik dilakukan.
Layanan Pemeriksaan Klinik Rutin meliputi :
 Analisa Urinalisis Test Kehamilan Pemeriksaan Faeces Analisa Cairan Tubuh (Trans/Eksudat) Analisa Sperma Analisa Batu Ginjal/Empedu Test NARKOBA
e. Mikrobiologi
Layanan pemeriksaan Mikrobiologi diutamakan untuk pemeriksaan preparat direct (bakteri, jamur dan parasit), kultur bakteriologi dan uji resistensi antibiotika. Pemeriksaan kultur bakteriologi dan resistensi kuman dapat dilakukan melalui berbagai jenis bahan pemeriksaan, meliputi darah, pus, urine, faeces, kerokan dan cairan tubuh lainnya. Kultur mikrobiologi kami fokuskan terhadap kuman-kuman yang sering menimbulkan infeksi, antara lain :
 Kuman coccus gram positip Kuman batang gram Negatip/Positip Kuman Enterobacteriae Mycobacterium tuberculosa Nesseria Gonorhoe C. Diphteriae
d. Pathologi Anatomi/ Sitolog
Layanan Pemeriksaan Pathologi Anatomi meliputi:
 Pap Smear FNA-b Sitologi Urine Sitologi Sputum Sitologi Cairan Pleura Dan sitologi cairan tubuh lainnya
2. Bioteknologi/ PCR
Layanan Pemeriksaan Bioteknologi/PCR
Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan metode pemeriksaan masa depan yang berbasis analisis DNA/RNA untuk deteksi adanya agen/mikroba penyebab infeksi. Pemeriksaan ini terus dikembangkan sebagai wujud komitmen Laboratorium Klinik PRAMITA untuk berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. PCR mempunyai sensitifitas yang sangat tinggi dalam mendeteksi agen atau analit, dan sangat baik untuk deteksi agen infeksi yang tidak bisa dibiakkan melalui cara kultur mikrobiologi biasa. Layanan pemeriksaan PCR YANG TELAH KAMI KEMBANGKAN meliputi:
 Hepatitis B (HBV DNA)
 Hepatitis C (HCV RNA) Hepatitis C genotyping Salmonella Thyphi Mycobacterium tuberculosa Mycoplasma pneumonia

3. Radiologi/ Rontgent
Layanan Pemeriksaan Radiologi/Rontgen
Layanan pemeriksaan radiologi merupakan layanan pemeriksaan terbesar kedua setelah layanan pemeriksaan laboratorium klinik. Layanan Radiologi (Radio diagnostic) telah kami kembangkan, baik dari segi jenis maupun teknologinya untuk mencapai kualitas hasil yang optimal. Pesawat x-ray modern berkapasitas besar (650 mA dengan kemampuan fluoroscopy), Mammografi, Panoramic, dan Cephalometri didukung dengan digital image processing mampu menghasilkan kualitas image yang menakjubkan. Layanan Radilogi meliputi :
 X-Ray Foto Polos
 X-Ray Foto Kontras Foto Panoramic & Cephalometri Foto Dental Foto Mammografi

4. Ultrasonografi / USG
Layanan Pemeriksaan Ultrasonografi
Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) digunakan untuk mengetahui struktur fisik anatomis organ-organ dalam termasuk kelainannya. Dengan teknologi sonografi terkini, Laboratorium Klinik PRAMITA mampu melakukan pemeriksaan USG 4 dimensi yang bisa menampilkan detail tubuh janin secara utuh pada saat di dalam kandungan, di samping itu juga menggunakan teknologi color doppler yang bisa membedakan pembuluh darah vena dan arteri dengan tampilan warna berbeda, sehingga sangat baik untuk pemeriksaan USG jantung dan pembuluh darah. Layanan pemeriksaan USG meliputi:
 USG Abdomen
 USG Kandungan (4 dimensi) USG Jantung (echocardiografi) USG organ-organ (tiroid, testis, kepala bayi, dll) USG Jaringan Lunak USG Carotis

5. Elektromedis
Layanan Pemeriksaan Elektromedis

Layanan ini merupakan layanan pendukung yang cukup penting, sehingga layanan di Laboratorium Klinik PRAMITA bisa disebut layanan diagnosis satu atap (one stop services), bahkan Laboratorium Klinik PRAMITA adalah laboratorium klinik pertama di Indonesia yang memiliki konsep layanan terpadu dan paling lengkap.
Layanan Elektromedis meliputi :
 Treadmill Test
Treadmill adalah pemeriksaan fungsi jantung dan paru dengan cara melakukan exercise atau latihan fisik dengan beban tertentu. Manfaat lain treadmill adalah untuk mengetahui kesegaran/kapasitas jantung dan paru, respon tekanan darah terhadap beban serta ada tidaknya gangguan irama jantung. Pemeriksaan treadmill ini bukan hanya untuk penderita namun juga bisa digunakan sebagai sarana diagnostik untuk mendeteksi secara dini adanya penyakit jantung koroner maupun gangguan irama jantung.
 Electrokardiografi (EKG)
Elektrokardiografi adalah rekaman aktivitas listrik jantung atau bioelektrikal pada jantung yang digambarkan dengan sebuah grafik EKG. EKG ini merupakan rekaman informasi kondisi jantung yang diambil dengan memasang elektroda pada badan. Rekaman EKG ini digunakan oleh dokter atau ahli medis untuk menentukan kondisi jantung.
 Holter Monitoring (EKG 24 jam)
Holter monitoring merupakan pemeriksaan ECG/EKG yang dilakukan terus menerus selama 24 jam untuk mengetahui secara pasti perubahan dan fluktuasi kondisi jantung.
 Echocardiografi (USG Jantung)
Ekokardiogram (juga disebut gema) adalah jenis tes USG yang menggunakan gelombang suara bernada tinggi yang dikirim melalui perangkat yang disebut transducer. Perangkat mengambil gema dari gelombang suara saat mereka memantul dari bagian yang berbeda dari jantung Anda. Gema ini diubah menjadi gambar bergerak jantung Anda yang dapat dilihat pada layar video. 
♦ Pemeriksaan Faal Paru (Autospirometri)
Pemeriksaan spirometri digunakan untuk mengetahui adanya gangguan di paru-paru dan saluran pernapasan. Alat ini sekaligus digunakan untuk mengukur fungsi paru. Pasien yang dianjurkan untuk melalukn pemeriksaan ini antara lain : pasien yang mengeluh sesak napas, pemeriksaan berkala bagi pekerja pabrik, pederita PPOK, penyandang asma, dan perokok.
♦ Pemeriksan Syaraf/Brain mapping (EEG)
Elektroensefalografi adalah metode neurofisiologis khusus yang mencatat aktivitas listrik otak melalui elektroda ditempatkan pada kulit kepala (yang merupakan bentuk yang paling umum digunakan) atau subdural atau di dalam otak (yang digunakan dalam penyusunan preoperatif pasien dengan epilepsi). Diagram yang dihasilkan dikenal sebagai electroencephalogram (EEG).
♦ Pemeriksan Pendengaran (Audio-tymphanogram)
Audiometer adalah alat untuk mengukur nilai ambang pendengaran. Sedangkan audiometry adalah tes atau pemeriksaan yang menggunakan alat audiometer dalam arti lain audiometry adalah test atau pemeriksaan yang digunakan untuk mengukur nilai ambang pendengaran. Nilai ambang pendengaran adalah suara yang paling lemah yang masih bisa di dengar oleh telinga.
♦ Transcranial Doppler (TCD)
TCD (Transcranial Doppler) merupakan teknologi baru untuk membantu menilai kondisi pembuluh darah otak sebagai upaya pencegahan (pre stroke), diagnosis (saat terjadi stroke), dan menilai hasil terapi (post stroke). TCD menggunakan teknologi ultrasonografi non invasif yang mempunyai kemampuan untuk mengukur kecepatan dan arah aliran pembuluh darah di otak.
♦ Bone Densitometry
Pemeriksaan Bone Densitometry yaitu pemeriksaan densitas (kepadatan) tulang dengan menggunakan alat Densitometer. Pengeroposan tulang(osteoporesis) adalah keadaan dimana terjadi penurunan kepadatan tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Keropos tulang dapat terjadi pada usia produktif dan pada usia lanjut. Pola makan seimbang, pola hidup sehat dan kecukupan asupan kalsium dapat mencegah terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis).
♦ Electromyography (EMG)
Elektromyografi adalah sebuah metode elektrofisiologi dalam diagnosis neurologis, di mana aktivitas otot listrik diukur. Pemeriksaan ini untuk mendeteksi kondisi dan fungsi otot apakah ada kelainan atau tidak dengan mengukur aktifitas listrik otot. Pemeriksaan ini menggunakan alat yang canggih dan dilakukan langsung oleh dokter spesialis syaraf untuk mendapatkan hasil yang akurat.
6. Jasa Medis Lainnya

Layanan Konsultasi dan Jasa Medis Lainnya
Layanan konsultasi diperuntukan bagi pelanggan Medical Check-up dari instansi yang membutuhkan layanan konsultasi medis. Bentuk layanan konsultasi berupa penjelasan umum oleh dokter kami tentang hasil pemeriksaan dan membantu pasien untuk menentukan apa yang sebaiknya dilakukan pasien selanjutnya.
Layanan jasa medis lainnya meliputi Pemeriksaan fisik (Umum, Internist, Mata, THT, Gigi, Syaraf, dll) dan Manthoux Test.
7. Medical Check Up




0 komentar:

Poskan Komentar